Jumat, 14 Januari 2011

KEWAJIBAN ULAMA, IMAM DAN KHATIB

Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
"Akan datang satu masa atas manusia, dimana mereka shalat namun sebenarnya mereka tidak shalat."
 Saya sangat khawatir bahwa zaman tersebut dalam sabda Rasulullah itu adalah zaman kita sekarang ini (yaitu zaman Imam Ahmad Ibn Muhammad Ibn Hambal, dalam tahun 164-241 Hijrah). Sekiranya engkau melakukan shalat di dalam 100 masjid, engkau tidak akan melihat satu masjid pun dimana manusia shalat dengan betul sebagai yang dicontohkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau. Sebab itu takutilah kamu akan Allah, perhatikanlah tentang shalat kamu dan shalat orang-orang yang bershalat bersama kamu.
Ketahuilah, sekiranya ada seorang yang benar bershalat, lalu ia melihat orang lain yang salah atau menyia-nyiakan shalat atau mendahului imamnya, lantas ia diam saja, tidak menegur atau memperbaiki kesalahan orang itu atau tidak menasihatinya, maka ia bersama-sama menanggung dosa, bila ia tidak melarang dan menasihati yang salah itu.
Bilal Ibnu Sa'd radhiyallaahu ‘anhu berkata:
"Kesalahan yang tersembunyi tidak akan mendatangkan ba-haya, kecuali hanya kepada orang yang bersalah itu, tetapi satu kesalahan yang kelihatan kalau dibiarkan saja, akan membahaya-kan orang lain, bila tidak segera dicegah atau diubah."
“Membiarkan orang bershalat dengan cara yang salah akan lebih besar dosanya bagi orang yang tahu bila ia tidak segera menasihati dan mengubahnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh banyak ahli hadits.
Anas radhiyallaahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Kecelakaan (Neraka Wail) bagi si alim yang membiarkan si jahil karena tidak mengajarinya." [Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Ya'laa)
Mengajar orang yang bodoh (tidak tahu) bagi seorang alim (yang tahu) adalah wajib, bukan sunnat karena itulah si alim akan mendapat siksa Wail bila berdiam diri atau tidak mengajar orang yang tidak tahu. Allah tidak menyiksa orang yang meninggalkan pekerjaan sunnat, yang disiksa ialah bila meninggalkan pekerjaan fardhu atau wajib.
Maka takutilah kamu akan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa dalam hal apa saja, lebih-lebih dalam hal shalat. Takutiah kamu akan Allah subhaanahuu wa ta’aalaa perkara orang yang tidak tahu. Mengajari orang yang tidak tahu adalah wajib. Meninggal-kannya bersalah dan berdosa.
Perintahkanlah ahli masjidmu untuk memperbaiki cara mere-ka melakukan shalat dan menyempurnakannya. Jangan sampai ada yang bertakbir melainkan sesudah selesai imam bertakbir. Begitu juga dalam ruku’ dan sujud, ketika bangkit dan turun. Semua itu harus dilakukan makmum sesudah takbir imam, sesudah ruku’ imam, sesudah bangkit imam, sesudah sujud imam. Secara singkatnya dalam setiap gerak, di setiap perpindahan rukun ke rukun dalam mengerjakan shalat.
Sungguh ajaib seorang yang sedang berada di rumahnya sendiri, mendengar adzan lalu bergegas ke masjid untuk melaksa-nakan shalat. Tiada yang ditujunya selain mengerjakan shalat. Kadang-kadang ia keluar dari rumahnya di malam yang gelap dan hujan, jalan berlumpur, digenangi air sehingga pakaiannya menjadi basah dan kadang-kadang justru ia sedang kurang sehat badan dan lemah. la memaksa diri datang ke masjid dengan tujuan melakukan shalat berjamaah. Semua itu ditanggungkannya karena cintanya kepada shalat berjamaah di dalam masjid. Tetapi sayang, tatkala ia berdiri di belakang imam untuk memulai shalat, dia diperdaya oleh setan. la mendahului imam dalam bertakbir, ruku’, sujud, ketika bangkit dan turun sehingga karena terperdaya oleh setan itu, sehingga shalatnya menjadi rusak.
Sementara ada orang mengatakan mengenai orang-orang yang shalat di dalam Masjidil Haram di musim-musim haji. Mereka datang dari segala penjuru dunia, baik yang jauh dan dekat : dari Khurasan, Afrika, Armenia, Asia dan lain-lain negeri. Engkau akan lihat orang Khurasan datang menunaikan ibadah haji, lalu mendahului imam dalam shalatnya. Begitu juga orang Syam, Afrika, Asia, dan orang-orang Hijaz sendiri dan lainnya, kebanyakan mereka mendahului imamnya. Sungguh mengherankan, mereka berlomba-lomba mengerjakan kebajikan, datang pagi-pagi ke masjid untuk shalat Jumat karena mengharapkan pahala dengan menyingkirkan keinginan-keinginan duniawi. Ada diantaranya yang datang ke masjid Jami' shalat Subuh mencari kelebihan dan pahala. Ada diantaranya yang berada di masjid sampai maghrib, dengan mengerjakan berbagai ibadah seharian dengan shalat, membaca ayat-ayat Al-Quran, berdzikir, dan berdoa kepada Allah dengan perasaan harap dan takut. Tetapi mereka shalat dengan mendahului imam karena tipu-daya setan atas dirinya. Setan sudah berhasil menjadikan ibadah fardhu sebagai alat tipu-dayanya. la ruku’, sujud, bangkit, turun dengan seenaknya saja. la mencoba mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai shalat sunah (nawafil) tapi melalaikan perkara-perkara yang wajib dari ibadah itu yaitu biasa mendahului imam dalam shalat berjama’ah.
Kebanyakan orang, kecuali yang dikehendaki Allah subhaana-huu wa ta’aalaa mendahului imam dalam ruku’, sujud dan ketika bangkit dan turun. Itu adalah perdaya setan terhadap mereka sehingga mereka memandang ringan terhadap shalat, melakukan-nya dengan sembarangan atau ceroboh. Ya, hanya bagian itulah yang mereka peroleh dari amalnya.
Siapa saja yang meringankan shalatnya, berarti meremehkan Islam agamanya. Bagian yang diperolehnya hanya sekedar bagian yang diperolehnya dari shalatnya semata. Kecenderungan seseo-rang terhadap Islam adalah sekedar kecenderungannya terhadap shalatnya saja. Pada saat menemui Allah subhaanahuu wa ta’aalaa kelak diakhirat dalam keadaan tiada nilai Islam pada dirimu. Bahwa kadar Islam di dalam kalbumu sekedar nilai shalat dalam hatimu.
Berkata lmam Ahmad rahmatullaah ‘alaih :
Kaumku, aku pernah shalat beserta kamu. Maka aku lihat se-bagian dan ahli masjid kamu mendahului imam dalam ruku’, sujud,  ketika bangkit (dari duduk) atau ketika akan duduk. Tidak (ada) shalat bagi orang yang mendahului imam. Tentang ini banyak hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan dari banyak sababat, semoga ridha Allah atas mereka. "

1 komentar:

  1. Best eCOGRA Sportsbook Review & Welcome Bonus 2021 - CA
    Looking septcasino for wooricasinos.info an eCOGRA Sportsbook Bonus? At https://jancasino.com/review/merit-casino/ this eCOGRA https://deccasino.com/review/merit-casino/ Sportsbook review, หารายได้เสริม we're talking about a variety of ECCOGRA sportsbook promotions.

    BalasHapus